UNAS SMAdaBO Lancar

March 25, 2010

Peserta UNAS SMAdaBO menerima SOALSMAdaBO-Perhelatan kelas XII sudah memasuki babak akhir. Soal-soal UNAS sudah akan tuntas diselesaikan. Usai UNAS mereka tinggal merampungkan kewajiban lainnya. Ujian sekoalah (non UNAS, red) dan dan Ujian Praktek akan segera dihelat, guna merampungkan babak akhir mereka di bangku SMA.

UNAS yang telah dimualai sejak 22 maret berjalan dengan lancar. Seperti yang diungkapkan Abdul Djmail Kepala SMAdaBO kepada wartawan sekolah ini. “Alhamdulillah semua lancar dari proses distribusi soal, pengawasan, dan peserta UNAS tidak ada masalah, aman, lancar terkendali,” tambah pemilik mobil bernopol 1649 AH (si gagah, red).

Supratman, petugas dari POLRES saat ditemui di ruang guru pada hari pertama pelaksanaan UNAS juga mengungkapkan hal yang sama. “Semua aman, lancar, proses distribusi dari pusat sampai daerah tidak ada hambatan,” tegas pria paruh baya itu. Sementara pengawas independen dari UNAIR, Dr. Yana mengatakan, UNAS kali ini malah bikin ribet. “Ya sekarang UNAS pakai pengawas independen segala, malah bikin rebet,” ungkap dokter yang pernah tinggal di bojonegoro ini sambil tersenyum. [Read more]

SMAdaBO, Sekolah Pertama yang Pakai Baju Renang

March 20, 2010

1231SMAdaBO-Kini, renang menjadi salah satu pelajaran wajib di SMA 2 Bojonegoro. Untuk memperlancar pelaksanaany, sekolah , melalui guru olahraga masing-masing mengambil kebijakan untuk memiliki waktunya tersendiri. Setiap awal bulan pada minggu pertama siswa kelas 10 akan mendapatkan pelajaran tersebut.
Imam Ghozali, S.Pd, guru olahraga kelas 10 berlaku tegas dalam melatih siswa-siswinya. Hal ini dilakukan supaya anak SMAdaBO semuanya bisa berenang. Beliau juga memberlakukan wajib memakai baju renang bagi siswa-siswi kelas 10. “Siapapun yang berani melanggar, tidak memakai baju renang akan mendapat sanksi, ungkap pria yang ditemuai saat mengajar olahraga. [Read more]

Siswa SMAdaBO Peringati Maulid Nabi

March 6, 2010

MaulidSMAdaBO-Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Seperti yang di lansir dari wikipedia bahwa, Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya sendiri justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. . Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem. [Read more]